Rabu, 01 April 2009

ANTARA JEDDAH – MADINAH .... HAMPARAN GURUN YANG LUAS

Karena kita termasuk dalam Gelombang pertama jemaah haji Indonesia .... maka terlebih dahulu kita menuju Madinah. Jarak antara Jeddah dengan Madinah kurang lebih 350 km. Dan melalui beberapa perkampungan/kota-kota kecil.

Jangan dibayangkan kayak apa jalan antar provinsi di Arab Saudi dengan Antar provinsi di Kalimantan. Jalan disana sangat lebar dan terdiri dari 2 jalur. 1 jalu aja lebarnya 15 meter ... bayangin aja kalau jalan kita cuman 6 meter ... lagian nggak ada tuch ditemuin jalan rusak ... he ... he ...

Mungkin kontrak yang main ”curi mutu” pada proyek di sana hukumnnya potong tangan ... jadinya nggak berani nyuri, kalau di Indonesia hukumannya harus .... apaya .... biar mereka pada nggak berani nyuri mutu proyek


Dalam perjalanan menuju Madinah kita singgah dulu disuatu kampung (mungkin kecamatan kalau kita di Indonesia) .... namanya ”WADI GUDAID” disana kita dapet makan siang ... (padahal udah jam 4 sore) .... gratis lho ...

Dikawasan itu emang diperuntukan buat jemaah haji Indonesia .... kalau ada ambulan plus bendera Indonesia ... singgah aza di sana ... itu tempat makan plus istirahat sejenak. Yang jelas disana ada petugas yang bisa berbahasa Indonesia sebagai guidenya (kebanyakan mahasiswa Indonesia di sana).

Terkadang mereka menawarkan kartu perdana seluler Aljawal ... harganya 180-200 real (sekitar Rp. 700.000,-).

Kita juga bisa buang air ... cuman kita harus jalan ke bangunan lain yang jaraknya sampai 50 meter buat menuju toilet .... (sebaiknya kalau mau kesana dengan rombongan paling sedikit 5 orang). Lagi-lagi gratis....

Alhamdulilah makanannya masakan Indonesia lho ... jadi nggak masalah ... perut kita menerima aja.

Sepanjang jalan yang kita saksikan hamparan padang pasir yang tandus ... kayaknya sumber air juga sangat kecil. Kita juga diberi petunjuk jalan hijrah Rasullah SAW. Dapat kita bayangin ... kondisi alam seperti itu Nabi bersama sahabat Abu Bakar Sidiq Hijrah untuk membawa Risalah Islam ke Madinah.

Perlu diingatkan ... mungkin udah jadi kebiasaan ... kita diminta mengumpulkan 3 real setap jemaah buat dikasihkan pada sopir dan ongkos angkut barang serta menurunkannya. Kia mengistilahkan ”Basis” nggak tau artinya ... kita cuman tau maksudnya ... kalau udah ketua rombongan bilang basis ... keluar lagi 1 real. Kalau nggak sopir bisa bertingkah .... tapi emang terbukti lho ...


Sebenarnya kita juga melewati kawasan bersejarah .... Karena tidak melewat tengah kota tersebut ... tapi melewati luar wilayahnya .. karena itu jemaah banyak yang belum tahu ... yaitu kawasan ”Badar”.

Masih ingat dengan Perang Badar .... disekitar sinilah terjadi peperangan tersebut Rasullah dengan 300 pasukan melawan 3000 pasuran Qurayis, namun Allah memberi kemenangan pada Rasullah SAW. Kawasan Badar terletak lebih kurang 65 km sebelah barat daya kota Madinah.

Menjelang Isya (sekitar jam 19.00) kita memasuki Madinah ... ditandai dengan monumen batas tanah haram yang merupakan batas kota, tempat yang pertamakali dituju adalah Terminal ... dan di terminal Madinah kita harus mendapat pemeriksaan kembali (istilahnya check point) cukup lama kita disini. Sayup-sayup terdengar adzan Isya ... saya tidak tahu apakah itu dari masjid Nabawi atau masjid sekitar terminal.

Begitu saya keluar dari bis ... hawa dingin menerpa saya ... wuch ... dingin. Saya bilang sama sopir …”your city is very cold “ dia tersenyum … denga isyarat bahwa saya kedinginan …. Baru dia mengerti … dengan isyarat pula dia bilang saya tidak apa-apa … (terang aja ... ente orang sini). Saya bilang ”I want to praye” .... dengan isyarat di mempersilahkan .... nach ente .... kagak shalat. Shalatlah saya di Mushalla Terminal.

Mushalla di terminal cukup lebar ... banyak jemaah dari negara lain ... seperti Turki, Afrika shalat disana .... kondisi sangat bersih ... sekalipun di terminal ... berbeda sekali dengan di Indonesia.

Tidak lama setelah saya selesai shalat .... kita dibawa oleh petugas (sama-sama naik bis) menuju ke pemondokan kita di Madinah ... Alhamdulliah akhirnya sampai juga kita setelah menempuh perjalanan selama 6 jam.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar